Sup RempahANGIN sepoi meniupkan kepulan asap dari sebuah dapur yang ada di warung kecil ini hingga aromanya langsung tercium oleh beberapa orang yang datang. Ternyata, aroma yang khas ini berasal dari hasil racikan rempah tradisional yang diramu menjadi satu. Kata Hidayanto, sang pemilik warung, aroma ini spesial untuk membumbui sup rempah.

Penasaran dengan aroma ini bisa datang ke Warung Makan Ayam Kampus yang ada di Jalan Senopati, Purwokerto. Tempat ini menyajikan sup rempah sebagai satu menu andalan dari dua jenis menu lain, yaitu ayam bakar dan goreng.

“Kalau supnya kami menyajikan hanya daging ayam saja. Rasanya tetap segar karena berasal dari hasil racikan banyak bumbu rempah,” kata Hidayanto.

Dalam satu mangkuk terdapat daging ayam dan rempah-rempah. Kemudian disiram dengan kuah yang sedikit berwarna kekuningan dari bumbu, jadi warnanya tidak bening. Satu porsinya dihargai Rp 5 ribu belum termasuk nasi. Nah, kalau ingin pakai nasi cukup menambah harga Rp 1.500 saja.

Hidayanto melayani konsumen mulai setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai sore hari atau setidaknya sampai persediaan menunya habis terjual.

Sebagai pembandingnya, Anda juga bisa mencicipi sup di tempat lain yaitu Sop Ayam Pak Min Klaten. Tak perlu jauh-jauh ke Klaten soalnya di cabang Sop Ayam Pak Min juga tak kalah nikmat untuk Anda coba, baik di siang maupun malam hari.

Samak Isyana, Penanggungjawab Sop Ayam Pak Min Klaten Cabang Purwokerto mengatakan, ada banyak varian yang tersedia. Meski begitu namun tetap berasal dari daging ayam yang semua bagiannya digunakan. Mulai dari kepala hingga ceker.

“Di sini supnya bening dan rasanya segar. Konsumen tidak perlu menunggu waktu lama karena kalau pesan tinggal dikuahi saja,” kata Samak Isyana.

Olahan sup menjadi menu satu-satunya yang tersedia. Soalnya, banyak pengunjung dari berbagai daerah yang memburu sup yang melegenda di kota asalnya ini. Isinya, sederhana saja. Kata Samak, dalam satu porsi hanya ada daging ayam, bawang goreng, seledri, lalu disiram kuah segar.

Satu porsinya dihitung sesuai jenis pesanan, mulai dari Rp 5 ribu untuk nasi dan sup biasa yang dagingnya campur. Harga yang dibanderol memang sudah sekaligus dengan nasi yang tersaji di dalamnya.

Varian lain ada sup pisah daging, uritan, kulit, ati ampela, leher, dan cakar yang harganya hanya Rp 8 ribu. Harganya yang paling mahal yaitu untuk nasi sup pisah brutu pechok seharga Rp 11 ribu.

Nah, kalau makan sup Anda bisa menikmatinya sejak pagi hari karena dibuka layanan mulai pukul 07.00-21.00 WIB. Lokasinya ada di Jalan dr Suharso, Purwokerto. Selain itu ada juga di Jalan Sawangan, Purwokerto dan berbagai cabang lain yang telah buka.

Sekarang, saatnya menikmati sup di kedua tempat ini. Slurrrppp..

Pipit Nurhayati/SatelitPost