Bom Asap

PURWOKERTO – Usai mengasapi gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman dengan kembang api, perhatian terhadap permasalahan Uang Kuliah Tunggal menjadi bertambah. Mereka kini tengah diadvokasi tiga lembaga bantuan hukum untuk menyelesaikan perhitungan UKT.

 

“Kami akan mengadvokasi mahasiswa yang terkena intimidasi secara hukum dan akademik karena memperjuangkan UKT,” kata juru bicara Save Soedirman, Pendy Wijanarko.

 

Ia mengatakan, tiga LBH yang sudah menyatakan akan membantu advokasi yakni LBH Semarang, Yogyakarta dan Jakarta. Menurut dia, tiga LBH itu akan menguji persoalan UKT di Indonesia dimana Unsoed menjadi contohnya.

 

Masih menurut Pendy, Save Soedirman juga akan melakukan uji publik tentang nominal UKT. Uji publik tersebut, kata dia, mereka akan didampingi Indonesian Corruption Watch. Sementara, lembaga Ombudsman Republik Indonesia akan memantau proses uji public tersebut.

 

Ia berharap, mahasiswa di seluruh Indonesia bisa meneliti penghitungan UKT di kampusnya masing-masing. “Jangan sampai penghitungan UKT yang akan diterapkan secara nasional, bermasalah seperti di Unsoed,” kata dia menambahkan.

 

Risky Fatahilah, dari LBH Yogyakarta mengatakan, ia sudah bertemu dengan mahasiswa untuk melihat persoalan UKT. “Saya sudah melihat data-datanya dan akan dirumuskan langkah selanjutnya,” kata dia.

 

Humas Unsoed, Endang Istanti mengatakan, ia akan menyampaikan pesan Save Soedirman kepada rektor. “Akan kami bicarakan dulu,” katanya.

 

Rektor Unsoed Edy Yuwono saat ini masih menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kerjasama Unsoed dengan PT Aneka Tambang. Nilai kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. Saat ini kasusnya masih diselidiki oleh Kejaksaan Negeri Purwokerto.