Aksi Mahasiswa
PURWOKERTO – Kejaksaan Negeri Purwokerto sudah menyelesaikan berkas perkara dugaan kasus korupsi yang membelit sejumlah pejabat Universitas Jenderal Soedirman. Berkas tersebut kini tinggal dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang.

“Sudah selesai semua, bulan ini kami limpahkan ke Tipikor,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Purwokerto, Hasan Nurodin Achmad, Jumat (10/5).

Kasus dugaan korupsi Unsoed bermula dari diungkapnya dugaan penyimpangan uang kerjasama Unsoed dengan PT Aneka Tambang di Desa Munggangsari Purworejo. Dari total nilai proyek sebesar Rp 5,8 miliar, diduga dikorupsi sebesar Rp 2 miliar.

Hasan mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum sudah selesai melakukan audit fisik bangunan proyek di Purworejo. Audit dilakukan pada Rabu (8/5) lalu.

Masih menurut Hasan, nilai kerugian riil masih direkap dan dihitung oleh Tim yang melakukan audit fisik tersebut. Ia optimis, pelimpahan berkas bisa dilakukan pada pertengahan bulan ini. “Nanti saat sidang kami undang teman-teman media agar bisa diikuti publik secara terbuka,” katanya.

Jika berkas dilimpahkan pertengahan bulan ini, kata dia, kemungkinan persidangan akan digelar pada Juni mendatang. “Kami berkomitmen untuk mengusut kasus ini hingga tuntas,” katanya.

Sejauh ini kejaksaan sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Selain Rektor Unsoed Edy Yuwono, tersangka lainnya yakni Kepala Unit Percetakan Unsoed Winarto Hadi dan pejabat PT Antam, Suatmadji.

Rektor Unsoed Edy Yuwono beberapa waktu lalu mengatakan, kerjasama tersebut tidak melanggar hukum dan tidak ada korupsi. “Kami bisa pertanggungjawabkan semuanya,” kata dia.

Ia membantah tidak ada pemberdayaan masyarakat dalam proyek itu, sesuai dengan judul proposalnya. Menurut dia, saat ini Unsoed sedang membina agen perubahan sebelum nantinya diserahkan sepenuhnya ke masyarakat.

ARIS ANDRIANTO