Korupsi Unsoed

PURWOKERTO – Pemberkasan kasus korupsi di Universitas Jenderal Soedirman oleh Kejaksaan Negeri Purwokerto memasuki tahap akhir. Tim Kejaksaan dan auditor Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan kembali mendatangi lokasi proyek untuk menghitung nilai riil kerugian negara.

 

“Perkiraan kasar kerugian negara Rp 2 miliar, saat ini sedang dihitung nilai persisnya,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Purwokerto, Hasan Nurodin Achmad, saat ditemui di raung kerjanya, Rabu (22/5).

 

Dugaan kasus korupsi Unsoed menyeret sejumlah petinggi kampus itu. Kejaksaan mengendus bau tak sedap kerjasama antara Unsoed dengan PT Aneka Tambang. Proyek pemberdayaan masyarakat dengan nilai Rp 5,8 miliar itu diduga sarat praktik korupsi.

 

Kejaksaan sudah menetapkan tiga tersangka. Selain Rektor Unsoed Edy Yuwono, dua tersangka lainnya yakni Kepala UPT Percetakan Unsoed, Winarto Hadi dan pejabat PT Antam, Suatmadji.

 

Masih menurut Hasan, Tim Kejaksaan dan empat auditor BPKP langsung melihat lokasi proyek di Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Purworejo. Tim melakukan penghitungan nilai bangunan yang tertera di proposal dan nilai sesungguhnya.

 

Tim juga melakukan pengukuran panjang pagar, luas paving, unit sumur bor dan pompa, luas kandang sapid an luas areal tanaman. Selain itu Tim juga menghitung jumlah ternak sapi dan ayam yang diduga tidak sesuai dengan proposal. “Kami juga memanggil kepala desa setempat serta masyarakat, benar apa tidak ada pemberdayaan,” katanya.

 

Hasan menambahkan, setelah penghitungan nilai kerugian negara selesai, seluruh berkas akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jawa Tengah. Ia juga membantah kasus tersebut di-SP3-kan seperti isu yang beredar di kalangan dosen Unsoed.  “Mudah-mudahan Juni sudah masuk sidang, sehingga kasus lain di Unsoed bisa diusut lagi,” katanya.

 

Dalam sejumlah kesempatan, Rektor Unsoed selalu membantah telah melakukan korupsi. “Saya didzolimi. Proyek ini sudah sesuai prosedur,” katanya.

 

Ia mengatakan, dalam tahap awal proyek, Unsoed memang hanya mengajak sejumlah orang saja untuk dijadikan agen perubahan. “Nanti kalau agennya sudah siap, baru ditularkan ke masyarakat setempat,” katanya.

 

Anggota Non-Litigasi Unsoed yang juga dosen Fakultas Hukum Unsoed, Hibnu Nugroho kasus tersebut bakal lolos di pengadilan. “Tidak ada korupsi dan kami yakin akan bebas di pengadilan,” ujarnya.

 

ARIS ANDRIANTO