Penggeledahan Unsoed

PURWOKERTO – Puluhan penyidik dari Tim Kejaksaan Negeri Purwokerto menggeledah gedung Rektorat dan Pusat Administrasi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Tim juga menyita mobil Hillux yang diduga dibeli dari hasil korupsi kerjasama Unsoed dengan PT Aneka Tambang.

“Kami mencari sejumlah dokumen dan menyita mobil Hillux,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Purwokerto, Hasan Nurodin Achmad, Jumat (31/5) di sela-sela penyitaan.

Tim bergerak sejak pukul 08.00 dan hingga pukul 12.00 WIB. Selain ruang Rektor Unsoed Edi Yuwono, Tim juga menyisir ruang Pembantu Rektor IV, Pembantu Rektor II dan Gedung Pusat Administrasi dan Keuangan.

Karyawan Unsoed yang sedang bekerja tampak panik dan bingung dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba itu. Hampir seluruh ruangan digeledah Tim kejaksaan.

Hasan mengatakan, selain dokumen Rencana Anggaran Belanja, Tim juga menyita surat kendaraan Hillux atas nama Rektor Unsoed Edy Yuwono. Mobil tersebut seharusnya diserahkan ke masyarakat Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Purworejo.

Di lokasi itu, Unsoed dan Antam bekerjasama melakukan program pemberdayaan masyarakat dengan nilai proyek Rp 5,8 miliar. Total kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.

Kejaksaan sudah menetapkan tiga tersangka kasus itu. Selain Rektor Edy Yuwono, dua tersangka lainnya yakni Winarto Hadi Kepala UPT Percetakan Unsoed dan Suatmadji dari PT Antam.

Hasan menambahkan, penghitungan nilai kerugian negara oleh BPKP sudah selesai. Ia menyebutkan, jumlah kerugian negara sekitar Rp 2 miliar. Kejaksaan berencana mengkonfirmasi jumlahnya kepada Tim 9 atau yang dikenal dengan Kelompok Walisongo. “Pelimpahan paling lambat dua minggu lagi,” katanya.

Berdasarkan dokumen yang dimiliki Tempo, mobil Hillux dibeli Tim Walisongo pada 14 November 2011. Mobil warna hitam dengan nomor polisi R 1778 GH dibeli dengan harga Rp 149,7 juta kepada PT Nasmoco Purwokerto. Rekening yang digunakan yakni Bank Mandiri.

Di kuitansi yang salinannya diperoleh Tempo, mobil tersebut dibeli oleh Winarto Hadi, bendahara Kelompok Walisongo. Mobil itu kini diparkir di halaman Kejaksaan Negeri Purwokerto.

Kepala Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Purworejo, Pujiyanto mengaku pernah melihat mobil Hillux itu sekali. “Dulu Tim 9 menjanjikan akan menyerahkan mobil itu untuk kepentingan operasional, tapi janji itu tak pernah ditepati,” katanya.

Ia bahkan sudah menyiapkan lahan untuk garasi mobil itu. Pujiyanto mengatakan, saat ini sudah tak memikirkan lagi apakah proyek Antam akan diteruskan atau tidak.

Anggota Tim Non-Litigasi Unsoed yang juga dosen Fakultas Hukum Unsoed, Hibnu Nugroho mengaku kaget dengan penggeledahan secara tiba-tiba itu. “Ini bisa menurunkan imej Unsoed,” kata dia.

Ia menilai, kejaksaan menggunakan logika yang melompat-lompat dalam mengungkap kasus ini. Menurut dia, seharusnya penggeledahan untuk mencari dokumen itu dilakukan di awal penyidikan. “Harusnya sudah sejak dulu, mengapa baru sekarang dilakukan?” katanya.

Ia menduga, kejaksaan kurang yakin dengan bukti-bukti yang dimiliki kejaksaan saat ini. “Ini membuat resah Unsoed,” ujarnya.

Roy Siahaan