lulur6

PURWOKERTO – Lelaki hidung belang harus menahan syahwatnya saat bulan puasa nanti. Sebabnya, selama bulan puasa, sekitar 150 pekerja seks komersial di Lokalisasi Gang Sadar Baturraden akan pulang kampung menjalankan ibadah puasa.

“Mereka sudah mulai mengemasi barang, mulai tanggal 5 Juli seluruh kegiatan diliburkan,” kata Ketua Paguyuban Penghuni Gang Sadar, Amir Sutoyo, Selasa (2/7).

Ia mengatakan, baik anak kos dan induk semang akan dipulangkan menjelang puasa. Seluruh transaksi syahwat akan dilarang selama bulan puasa.

Sebelum pulang, kata dia, paguyuban akan membagi uang tabungan dengan jumlah total Rp 400 juta. Uang tabungan tersebut dikumpulkan dari hasil transaksi penghuninya yang berjumlah sekitar 150 orang.

Ia menambahkan,total transaksi para pekerja seks komersial Gang Sadar selama setahun bisa mencapai Rp 1,5 miliar. Uang itu dibagi ke sejumlah orang yang terlibat di dalamnya. Di antaranya, induk semang, keamanan, anjelo atau antar jemput lonte, dan untuk PSK sendiri.

Tak semua uang hasil transaksi diberikan ke PSK, namun paguyuban menarik sejumlah uang untuk ditabung. Hasil tabungan itu akan dikembalikan sethaun sekali saat PSK akan menjalankan ibadah puasa.

Menurut dia, jumlah PSK di Gang Sadar cukup fluktuatif. Mereka berada di bawah 56 induk semang yang bertugas sebagai manajer. “Jumlah penghuni Gang Sadar terus menurun karena semakin banyak PSK freelance yang beroperasi,” katanya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Banyumas, Kartiman mengatakan, selama puasa Gang Sadar harus steril dari kegiatan esek-esek. “Kalau tidak, akan akan kami tindak tegas,” katanya.

Asisten Ekonomi Pembangunan, Tjutjun Sunarti Rochidi menambahkan, pemerintah akan membatasi jam operasional restoran dan tempat hiburan selama bulan puasa. “Kami akan keluarkan surat edaran,” katanya.

Ia menambahkan, surat edaran tersebut berisi imbauan dan bukan pemaksaan. “Edaran ini hanya bersifat imbauan saja, jadi tidak ada pemaksaan,” kata dia menambahkan.