Arung Jeram

PURBALINGGA – Selain menantang untuk kegiatan arung jeram (rafting), sungai Klawing yang membelah wilayah Purbalingga ternyata dilirik untuk menjadi lokasi kejuaraan dunia selancar sungai atau riverboarding. Selain dukungan kondisi sungai yang spesifik, dukungan akses jalan dan penginapan sangat memungkinkan.

“Survey awal sudah dilakukan oleh Asosiasi Reverboarding Indonesia ke Sungai Klawing,” kata Praktisi Arung Jeram Purbalingga, Toto Triwindarto, Rabu (3/7).

Ia mengatakan, beberapa daerah sudah menawarkan diri seperti Aceh dan Banjarnegara yang ingin menjadi tempat kejuaraan internasional ini. Menurut dia, untuk beberapa nomor kejuaraan, bisa dilakukan di sungai Klawing, dan beberapa lainnya bisa di sungai Serayu Banjarnegara.

Wakil Bupati Purbalingga, Sukento Ridho Marhaendrianto mengatakan, kejuaraan internasional ini secara tidak langsung akan mempromosikan Purbalingga dengan berbagai wisata alam dan wisata kulinernya. “Pemandangan alam di Sungai Klawing diharapkan bisa menarik wisatawan,” katanya.

Panjang sungai yang bisa digunakan selancar sungai mencapai tujuh kilometer. Di sungai itu, terdapat jeram-jeram dengan tingkat kesulitan 2 hingga 3. “Grade 2 dan 3 itu relatif kecil. Jadi aman untuk wisata arung jeram keluarga,” kata dia menambahkan.

Menurut dia, meski tidak menyuguhkan ketegangan yang meluapkan adrenalin, paket wisata arung jeram itu memiliki sejumlah kelebihan yang khas. Diantaranya panorama alam yang eksotik dengan latar belakang Gunung Slamet. Terdapat beberapa canyon (tebing di tepi sungai), batuan andesit di tepian sugai, dan yang paling penting air sungai yang bening. “Sungai Klawing juga memiliki keunggulan dan cocok untuk kegiatan rafting keluarga, karena arusnya yang menantang tetapi tetap bersahabat,” ujarnya.