Hujan Lebat

PURBALINGGA – Puluhan hektare sawah di 14 kecamatan se-Kabupaten Purbalingga diserang hama tikus (Ratttus ratus argentiventus). Serangan tikus tersebut menjadi pukulan telak bagi petani karena hasil panen diharapkan bisa memenuhi kebutuhan Lebaran.

“Hingga musim tanam ini ada 59 hektare sawah yang diserang. Ini relatif ringan, tak sampai membuat puso,” kata Kepala Dinas Pertanian Purbalingga, Lily Purwati, Jumat (2/8).

Ia mengatakan, serangan tikus tahun ini tak separah tahun lalu karena jumlah air cukup berlimpah di musim kemarau ini. Meski begitu Dinas tetap melakukan sejumlah upaya mengendalikan serangan hewan pengerat ini. “Karena lahan penuh dengan tanaman, gropyokan tikus hanya merusak tanaman. Sehingga yang kami lakukan salah satunya dnegan menggunakan mercon tikus,” tuturnya.

Mercon tikus, kata Lily, berbeda dengan mercon (petasan) yang biasa digunakan anak-anak di bulan ramadhan ini. Mercon tikus diarahkan ke dalam lubang-lubang yang biasa digunakan sebagai lalu lintas tikus. Mercon ini tidak meledak tapi mengeluarkan gas belerang yang sangat mematikan tikus. “Tikus-tikus akan mati segera tanpa sempat keluar dari lubang. Setelah membusuk, bangkai-bangkai tikus ini akan menjadi humus yang semakin menyuburkan tanah,” katanya kata dia menambahkan.

Selain mercon tikus, pihaknya juga menggunakan pengumpan. Hama tikus biasanya datang menjelang panen. Musim panen padi di Purbalingga terjadi dua kali dalam setahun, yakni periode Februari – Maret dan Juli – Agustus.

Sumarto, 45 tahun, petani di Kemangkon Purbalingga mengatakan, tanaman padinya hampir ludes dimakan tikus. “Padahal saya harapkan untuk kebutuhan Lebaran, malah dimakan tikus,” katanya.

Ia mengatakan, serangan tikus terjadi karena musim kemarau. Untuk mengatasinya, kata dia, ia lebih memilih menggunakan burung hantu untuk menangkap tikus.