PURBALINGGA, SATELITPOST – Kasus temuan mayat gadis tanpa identitas di dalam bak mandi toilet Bumi Perkemahan Munjulluhur Desa Banjarsari, Kecamatan Bojongsari, Senin (26/8), menjadi tanda tanya besar, apa penyebab kematian korban. Namun setela melakukan penyelidikan mendalam dan otopsi, polisi mulai menemukan titik terang. Dari hasil otopsi di RSUD Margono, diketahui korban ternyata tengah hamil empat bulan. Ini diduga menjadi motif pembunuhan korban. Polisi langsung mengidentifikasi memburu terduga pelaku pembunuhan ini. “Kita sudah mengantongi identitas tersangka dan kita akan langsung kita kejar. Tapi untuk kepantingan penyidikan, identitas tersangka kita rahasiakan,” kata Kapolres Purbalingga, AKBP I Ketut Suwitra Adnyana SIK, melalui Kasatreskrim Polres Purbalingga, AKP Sardji SH.

Tak hanya itu, identitas korban juga telah diketahui. Korban bernama Ari Dwi Restiana (20) warga RT 5 RW 4 Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Purbalingga.
Identitas korban diketahui setelah ada pihak keluarga yang datang melapor. Pihak keluarga memastikan lewat pakaian yang terakhir dikenakan korban dan ciri khusus di kaki korban. Pihak keluarga juga mengikuti proses autopsi.

Sardji mengatakan, korban diduga menjadi korban pembunuhan. Korban dibunuh seseorang dengan cara dipukul menggunakan benda tumpul di bagian kepala.
“Korban dalam keadaan hamil sekitar empat bulan. Diduga ini yang menyebabkan korban dibunuh. Diperkirakan korban tewas sejak lima hari lalu,” kata dia.

Setelah diautopsi, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sebelumnya, di media sosial (facebook) muncul postingan berupa berita orang hilang atas nama Ari Dwi Restiana (20) beserta foto yang bersangkutan. Tertulis ciri-cirinya kulit sawo matang, rambut panjang, seperti dalam foto. Korban pergi dari rumah sejak Kamis (22/8) dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio CW warna hijau.

Paman korban, Sugino mengatakan, begitu ada informasi penemuan mayat di Buper Munjulluhur, pihaknya segera mengecek ke lokasi kejadian memastikan apakah korban keponakannya atau bukan. Awalnya pihak keluarga belum yakin korban adalah Ari atau bukan dengan hanya melihat kondisi korban. Pasalnya, kondisi mayat telah membusuk.”Tapi pada malam harinya ketika polisi menemui keluarga dan cerita tentang ciri-ciri korban, agak jelas itu keponakan saya,” kata dia yang juga Kades Cipaku ini.

Selain itu dari pengakuan sepupu korban, Arum, pakaian dan celana yang dikenakan korban sama dengan punya Arum karena ia juga memiliki celana yang sama. Juga dengan sabuk dan pakaian dalam korban.

“Keluarga lalu ke RS Margono melihat kondisi. Ternyata di bagian lutut ada tanda bekas luka jatuh yang sesuai dengan ciri-ciri Ari,” katanya.

Setelah memastikan korban merupakan anggota keluarga, korban lalu dibawa pulang dari rumah sakit. Kini pihak keluarga menyerahkan kasus tersebut kepada polisi untuk mengusut tuntas.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan Tofik Hidayat (13) warga Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Minggu (25/8) siang. Tofik baru memberi tahu penemuan mayat itu pada penjaga buper sehari kemudian. Penjaga Buper Munjulluhur, Ebit Priyanto (27), yang mendapat laporan dari anak-anak tersebut lalu mengecek kebenarannya lalu melapor ke Polsek Bojongsari.

Selasa sore, begitu sampai di rumah duka, jenazah langsung dimakamkan di pemakaman desa. Kuranglebih 100 warga desa ikut mengantar jenazah ke pemakaman. (gan)