Jembatan Soeharto

KEBUMEN – Hujan yang terus mengguyur wilayah Kebumen membuat 3.000 rumah di daerah itu terendam banjir. Ketinggian air kini sudah mencapai satu meter.

“Sore ini juga hujan lebat, kami khawatir banjir bisa meluas,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kebumen, Muhyidin, Senin (23/12).

Ia mengatakan, sejumlah kecamatan yang masih parah kondisinya di antaranya adalah Adimulyo dan Bonorowo. Banjir mulai melanda Kebumen sejak Sabtu (21/12) lalu.

Bencana banjir terjadi di 15 kecamatan di kabupaten itu. Menurut Muhyidin, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi, sehingga sungai-sungai yang ada di Kebumen seperti Wawar, Telomoyo, Luk Ulo, Ijo dan lainnya tidak mampu menampung air. Bahkan, ada beberapa titik tanggul yang jebol.

Masih menurut Muhyidin, ketinggian air masih berkisar antara 1-1,5 meter. Namun, jika hujan kembali turun dengan deras, maka ketinggian air bakal meningkat lagi.

Ia menuturkan, total pengungsi saat ini mencapai 660 orang. Meski terendam banjir, banyak penduduk yang enggan meninggalkan rumahnya karena khawatir dengan harta bendanya.

BPBD, lanjutnya, telah membuat posko-posko dan dapur umum untuk memberikan pelayanan kepada para korban banjir. “Apalagi, pemkab telah menetapkan Kebumen sebagai darurat bencana. Karena itu, kami terus melakukan berbagai upaya di antaranya adalah evakuasi kalau banjir semakin meninggi dan menyiapkan perahu karet,” kata Muhyidin.

Kepala Bidang Irigasi Dinas Sumberdaya Air Energi dan Sumberdaya Mineral Kebumen Muchtarom mengungkapkan salah satu kecamatan yang perlu diwaspadai adalah Adimulyo. “Karena kecamatan tersebut dilalui sejumlah sungai besar,”kata Muchtarom.