IMG_8004

BANJARNEGARA (19/09)- Kegiatan launching SMSbunda di kabupaten Banjarnegara, Jawa tengah, pada hari sabtu, 19 september 2015 berlangsung meriah. Kegiatan kerjasama, JHpiego, AJIsemarang, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, diikuti, 10 dokter dan kepala puskesmas,  67 bidan dan 20 ibu hamil yang ada di kabupaten Banjarnegara.

Dalam kegiatan tersebut, sepuluh ibu hamil, secara simbolis mendaftarkan diri ke SMSbunda. Dengan cara mengetik kalimat SMSbunda dan mengirimkannya ke 08118 469 468. Setelah itu, ibu hamil yang mendaftar akan mendapatkan layanan SMSbunda tersebut dari mulai kehamilan pertama usia 4 bulan hingga bayi yang dilahirkan hingga usia 2 bulan.

Menurut Adriani Zulvani, dari JHpiego, kegiatan SMSbunda, serentak digelar di 8 kabupaten kota di Jawa tengah. Layanan SMS ini, sebagai upaya menekan angka kematian ibu hamil dan bayi baru dilahirkan di jawa tengah yang cukup tinggi. Harapannya ibu hamil yang mendaftar bisa mengikuti informasi kehamilannya, sehingga situasi darurat, saat mempersiapkan kelahiran bisa diatasi.

Sementara, dr Ahmad Setyawan MPh, kepala bidang kesehatan keluarga, mewakili kepala Dinas kesehatan Kabupaten Banjarnegara, menjelaskan program SMSbunda yang diluncurkan JHpeigo dan AJIsemarang ini adalah sarana teknologi yang mudah dan murah. Sebab saat ini, hampir semua masyarakat itu melek informasi dengan menggunakan handphone. Fasilitas yang ada di HP bukan barang asing lagi. Sehingga dengan program SMSbunda ini, diharapkan semua ibu hamil dapat mendaftar dan mengikuti informasi seputar kehamilannya, sampai anak mereka lahir hingga usia 2 tahun.

Program SMSbunda akan dilanjutkan esok pagi, minggu (20/9) di alun-alun banjarnegara, dengan kegiatan senam ibu hamil dan pemeriksaan kesehatan gratis.  Direncanakan ratusan ibu hamil di banjarnegara akan hadir memeriahkan kegiatan sosialisasi SMSbunda.

***

Saat ini, Indonesia tercatat sebagai negara penyumbang angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) tertinggi di Asia Tenggara. Angka ini menempatkan Indonesia dalam kondisi gawat darurat maternal dan neonatal. Salah satu penyebab tinginya AKI dan AKB di Indonesia adalah minimnya pengetahuan ibu hamil dan keluarga, terkait kesehatan keluarga.

Data US Cencus Bureau pada Januari 2014, Indonesia memiliki sekitar 251 juta penduduk. Jumlah itu kalah dibanding pengguna telepon selular, yang berkisar di angka 281 juta. Tingginya angka pengguna telepon selular ini, sayangnya, tak berbanding lurus dengan tingkat pengetahuan ibu terkait kesehatan. Demi mengisi celah antara penguasaan teknologi telepon selular dan minimnya pengetahuan tersebut, GE Foundation bersama Jhpiego meluncurkan program SMSbunda.

SMSbunda berbentuk pesanpendek SMS. SMS ini berisi informasi kesehatanseputar masa kehamilan, nifas, menyusui, hingga merawat anak. Informasi gratis ini akan masuk ke dalam genggaman tiap ibu yang mendaftarakan dirinya ke layanan SMSbunda. Caranya: ketik REG spasi perkiraan tanggal melahirkan spasi nama kabupaten. Dan kirim ke nomor 08118469468.

Sejak diluncurkan tahun 2014 lalu, SMSbunda telah digunakan di 17 kabupaten/kota. Manfaatnya telah dirasakan olehibu hamil dan keluarga di 134 kabupaten/kota di Indonesia. Dalam kesempatan ini, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Semarang bekerjasama dengan Forum Masyarakat Madani (FMM) program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS), membuat peluncuran SMSbunda di delapan kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Cilacap, Purwokerto, Banjarnegara, Kudus, Kendal, Pekalongan, Batang dan Tegal.

EMAS merupakan program penyelamatan ibu dan bayi baru lahir yang berkontribusi di enam provinsi dengan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian anak (AKB) terbesar di Indonesia. SMSbunda mendukung program EMAS untuk menurunkan AKI dan AKB. Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan penyumbang AKI dan AKB terbesar di Indonesia. Tercatat 711 kasus AKI dan 5.666 AKB di Jawa Tengah pada 2014 lalu. Artinya, setiap hari ada dua ibu dan 16 bayi yang meninggal setiap harinya.

Komitmen seluruh jajaran terkait di delapan kabupaten tersebut, menjadi pijakan penting bagi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang informasi kesehatan.