ajikotapurwokerto.or.id – “Dua fokus kerja kami tahun ini adalah persoalan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturraden dan persoalan Agraria di Banyumas,” tutur sekretaris AJI Kota Purwokerto, Abdul Aziz Rasjid pada Sabtu (25/3), usai menggelar musyawarah kerja di Agro Karang Penginyongan, Cilongok, Banyumas.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Purwokerto akan melakukan kajian-kajian menyangkut isu tersebut bagi wartawan dan pihak lain yang ingin mendalaminya. Para pakar di bidang yang bersangkutan pun akan dilibatkan.

“Kajian ini penting, karena untuk bekal kawan-kawan AJI dan yang lain untuk memahami peta persoalan,” kata Aziz.

Khusus bagi wartawan sebagai peliput berita, AJI Kota Purwokerto akan mengadakan lokakarya jurnalistik berkaitan dengan problem besar ini untuk bekal liputan yang baik.

Di hari yang sama ketika AJI Kota Purwokerto melaksanakan Musyawarah Kerja, seniman Titut Edi Purwanto melakukan ruwatan air. Ia melakukan refleksi alam. Air yang dulu bisa digunakan untuk berkaca, kini sudah keruh.

“Air keruh itu mencerminkan hati manusia,” tambah Aziz ketika menceritakan ruwatan air.

Selain dua isu besar di atas, AJI Kota Purwokerto akan konsisten menyuarakan standarisasi upah layak bagi wartawan di Banyumas.

Sucipto